ADA YANG UNIK DI CURUG CIKASO

Friday, February 12, 2016

Haloooooo!!

Gue masih mau ngelanjutin cerita kemarin nih! Itu loh, tentang jalan-jalan ke ujung duniaaaaa
Iya benar, yang itu.. Masih mau baca kaaan? Enggak? Yaudah, gue tetep mau cerita.


Jadi, selain pergi ke pantai-pantai asik di Sukabumi, gue juga pergi ke salah satu destinasi favorit disana. Di hari terakhir, gue dan teman-teman masih galau untuk memutuskan kemana akan pergi. Soalnya, hari itu kita bukan hanya pergi berempat. Tapi ber... sama-sama.

Kita semua senang banget main ke Sukabumi, ke kampungnya Aul. Karena keluarganya rame banget. Dari yang kecil sampe yang tua, semuanya gokil abissss. Jadi, kita ngerasa enjoy banget. Nah, karena hari itu adalah hari terakhir kami disana, makanya mereka sekeluarga juga ikut jalan-jalan. Kita berangkat kesana dengan dua mobil. Gue mau bilang, kalau mereka ini adalah keluarga besar. Jadi, lo bisa bayangin kan betapa serunya jalan-jalan bareng kayak gini. Gue jadi inget kampung halaman deh, karena beberapa tahun lalu gue juga pernah ngerasain suasana yang kayak gini, persis.




Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih satu setengah jam, kita pun sampai. Waktu turun dari mobil kita dikasih pilihan, mau jalan kaki atau menumpang perahu untuk menuju ke lokasi curug. Sebenarnya, gue lebih tertarik jalan kaki untuk masuk ke dalam lokasi. Tapi karena melihat beberapa faktor, tentang bersama siapa gue saat itu? Akhirnya, kita pun naik perahu. Cukup menumpangi satu perahu seharga 60 ribu yang kapasitasnya kurang lebih 10 orang, kita pun diantar dan tiba di lokasi dengan sangat mulus. Semulus paha cherrybelle. Maaf, kalimat barusan emang basi. #cherrybelleudahgakada #entahkemana 









Woohoooo. Curugnya indah bangeet, kan?
Gue gak nyesel datang kesini. Gue selalu senang jika berhadapan dengan alam. Apalagi pemandangan alam yang hijau dan bernuansa air. Pas sampai disana, gue langsung mendekat ke arah aliran airnya. Wussss.. wuss.. butiran air melayang-melayang, terus gue basah, dikit. Makin lama butiran air yang melayang makin kayak badai. Airnya makin deras dan anginnya makin kencang. Sedetik kemudian, hujan. Yaaaaah.

Sambil nungguin hujan, kita semua neduh di salah satu pondok di pinggir curug sambil makan bareng. Acara makan bareng itu pun sudah direncanakan dari rumah. Karena kita udah bawa semacam perlengkapan piknik, pun sama makanannya. Bhahahak. Hujannya lumayan lamaaaaa, tapi akhirnya berhenti juga. Lalu, gue pun balik lagi ngedeketin curug, pedekate, terus jadian. Anyway, pas datang kesini curugnya gak terlalu ramai sama pengunjung. Karena, bukan hari libur. Coba kalau hari libur, pasti rame banget, dan gue pasti kecewa.


Oh iya, ada satu yang unik menurut gue di tempat ini. Unik karena gue belum pernah lihat. Jadi, waktu kita dianterin pake perahu, kita ngelewati sungai yang airnya punya dua warna. Pertama kita ngelewati sungai yang warnanya kuning, setelah itu sungainya berwarna hijau. Dan yang bikin gue excited adalah, ada batas yang membelah antara air kuning dan air hijau. Lucu deh, kayak kamu. Iya kamuuuu, yang nemenein liburan akuuuuu.




You Might Also Like

2 talks